Nasehat Untuk Akhi

Untukmu akhi.
.
Mengertilah saat kamu ingin berkenalan dengan seorang perempuan lalu ia nampak sangat tegas bahkan nyaris terasa galak dan sombong, mungkin saat itu dia tengah berusaha menjaga dirinya dengan tidak bermudah-mudah komunikasi denganmu meski hanya via chat sosial media.
.
Untukmu laki-laki.
.
Mengertilah saat kamu sedang berbicara dengan perempuan kemudian dia hanya tertunduk mendengarmu berbicara dan bahkan memegang hpnya terus menerus, mungkin saat itu dia tengah berusaha membantumu menjaga pandangan dengan tidak memandangnya. Kamu tahu kan bahaya pandangan mata itu?
.
Untukmu kaum adam.
.
Mengertilah saat kamu berusaha menciptakan suasana hangat dengan mengajak seorang perempuan untuk bertemu tapi ia enggan walau bukan hanya berdua, mungkin saja dia tengah berusaha menjaga dirinya dan dirimu. Berusaha agar tidak jatuh hati pada waktu & saat yang tidak tepat.
.
Untukmu yang kelak menjadi imam.
.
Mengertilah saat kamu memang hanya berniat berbaik hati pada perempuan, tapi dia kemudian menolak kebaikanmu bahkan setelahnya malah menjauhimu, mungkin saja dia tengah berusaha menjaga hatinya agar tak timbul perasaan suka padamu yang baik hatinya.
.
Pahamilah, perempuan memang pandai menyimpan rasa suka namun sangat jarang yang berani menungkapkannya. maka perhatianmu bisa saja menghancurkan pertahanan diri dari perasaan aneh yang dia bangun begitu lama.
.
Jangan mendekati bila tak berniat serius menghalalkan.
Jangan ajak ketemu bila tak berniat membawanya ke pelaminan.
.
Biarkan dia istiqomah dengan kesendiriannya .
Sampai tiba saatnya kau siap menemui walinya ๐Ÿ˜Š

Nasehat Untuk Jamaah NU Yang Sangat Sulit Merapatkan Shaff

Dari an-Nuโ€™man bin Basyir radliyallahu anhu bercerita bahwasanya ia pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
ู„ูŽุชูุณูŽูˆู‘ูู†ู‘ูŽ ุตููููˆู’ููŽูƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠูุฎูŽุงู„ูููŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูˆูุฌููˆู’ู‡ููƒูู…ู’
.
โ€œHendaknya kalian meluruskan shaff-shaff kalian atau Allah (taโ€™ala) akan membuat kalian berselisih (yakni menanamkan permusuhan) di antara kalianโ€. [HR al-Bukhoriy: 717, Muslim: 436, Abu Dawud: 663, an-Nasaโ€™iy: II/ 89 dan Ibnu Majah: 994. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy]
.

Dari Abu Masโ€™ud radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam meluruskan pundak-pundak kami ketika hendak mengerjakan sholat (secara berjamaah) dan bersabda,
.
ุงุณู’ุชูŽูˆููˆู’ุง ูˆูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุฎู’ุชูŽู„ููููˆู’ุง ููŽุชูŽุฎู’ุชูŽู„ูููŽ ู‚ูู„ููˆู’ุจููƒูู…ู’
.
โ€œLuruskan (shaff-shaff kalian) dan janganlah berselisih yang akan menyebabkan hati-hati kalian juga berselisihโ€. [HR Muslim: 432. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]
.

Dari an-Nuโ€™man bin Basyir radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah menghadap kepada manusia dengan wajahnya lalu bersabda,
.
ุฃูŽู‚ููŠู’ู…ููˆุง ุตููููˆู’ููŽูƒูู…ู’ ุซู„ุงุซุง ูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุชูู‚ููŠู’ู…ูู†ู‘ูŽ ุตููููˆู’ููŽูƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠูุฎูŽุงู„ูููŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆู’ุจููƒูู…ู’
.
โ€œTegakkanlah (luruskanlah) shaff-shaff kalian (tiga kali), demi Allah benar-benar kalian menegakkan shaff-shaff kalian atau Allah akan menyelisihkan antara hati-hati kalian.โ€ [HR Abu Dawud: 662, Ibnu Hibban, Ahmad: IV/ 276 dan ad-Dulabiy. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]
.

Dari al-Bara bin Azib radliyallahu anhuma berkata, โ€œRosulullah Shallallahu alaihi wa sallam berjalan di celah-celah shaff dari satu sisi ke sisi lainnya, mengusap dada dan bahu kami sambil bersabda,
.
.ย  ู„ูŽุง ุชูŽุฎู’ุชูŽู„ููููˆู’ุง ููŽุชูŽุฎู’ุชูŽู„ูููŽ ู‚ูู„ููˆู’ุจููƒูู…ู’
.
โ€œJanganlah kalian berselisih yang akan menyebabkan hati-hati kalian berselisihโ€. [HR Abu Dawud: 664, Ibnu Majah: 997 dan an-Nasaโ€™iy: II/ 89-90. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]
.

Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, โ€œTidak meluruskan shaff akan membawa kepada perselisihan dan perselisihan itu akan menyeret kepada terjadinya permusuhan, kebencian dan perselisihan hatiโ€. [Bahjah an-Nazhirin: II/ 285]
.
.

Salam Dalam Menelepon

Jadi si penelpon harus memulai pembicaraannya dengan ucapan: โ€˜Assalamu โ€˜alaikumโ€˜ atau โ€˜Assalamu โ€˜alaikum warahmatullahโ€˜ atau Assalamu
โ€˜alaikum warahmatullahi wabarakatuhโ€˜.
.
Maka yang ditelepon pun hendaknya menjawab dengan mengucapkan: โ€˜Waโ€™alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuhโ€˜ atau dengan jawaban yang sama persis diucapkan oleh yang memberi salam. Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman:
.
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa) (An-Nisaโ€™: 86)
.
Kemudian si penelpon hendaknya mengenalkan identitas dirinya dengan menyebut nama atau julukan/panggilannya kepada orang yang ditelepon tersebut, agar dia (yang ditelepon) tidak merasa kebingungan dengan siapa dia berbicara dan apa tujuannya.

Menangis Dalam Sujud

Rasulullah Shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda: โ€œSeorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika ituโ€ (HR. Muslim no. 482)
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.
.
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุฑู‘ููƒููˆู’ุนู ููŽุนูŽุธู‘ูŽู…ููˆุง ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุจู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ููŽุงุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููˆุง ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกูููŽู‚ูŽู…ูู†ูŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽู„ูŽูƒูู…ู’
.
โ€œArtinya : Adapun rukuk maka agungkanlah Rabb-mu, sedangkan ketika sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoโ€™a, niscaya segera dikabulkan untuk kalianโ€ (HR. Muslim no. 497)
.
Fatawa Al Lajnah Ad Daimah Saudi Arabia berpendapat :
.
ูˆูŠุฏุนูˆ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุตู„ุงุชู‡ ูˆููŠ ุบูŠุฑ ุตู„ุงุชู‡ ุจุงู„ู„ุบุฉ ุงู„ุนุฑุจูŠุฉ ูˆุจุบูŠุฑู‡ุง ู…ู† ุงู„ู„ุบุงุช ุนู„ู‰ ุญุณุจ ู…ุง ูŠูŽุชูŽูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ู„ู‡ู ุŒ ูˆู„ุง ุชูŽุจู’ุทูŽู„ู ุตู„ุงุชูŽู‡ ุฅุฐุง ุฏุนุง ููŠู‡ุง ุจุบูŠุฑ ุงู„ู„ุบุฉ ุงู„ุนุฑุจูŠุฉ ุŒ ูˆูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ ุฅุฐุง ุฏุนุง ููŠ ุตู„ุงุชู‡ ุฃู† ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ู…ุง ุซุจุช ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุฃุฏุนูŠุฉู ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉู
.
โ€œโ€ฆ Seseorang diperbolehkan berdoa kepada Allah di dalam shalatnya dan di luar shalatnya dengan menggunakan bahasa Arab atau selain bahasa Arab, sesuai dengan keadaan yang paling mudah menurut dia. Ini tidaklah membatalkan shalatnya, ketika dia berdoa dengan selain bahasa Arab. Namun, ketika dia hendak berdoa dalam shalat, selayaknya dia memilih doa yang terdapat dalam hadis yang sahih dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam โ€ฆ.โ€ [Fatwa Lajnah Daimah, volume 24, nomor 5782]
.
Dan sebaiknya pula, kita membaca doa di semua sujud, bukan sujud terakhir saja. Rasulullah mengajarkan agar durasi sujud, rukuk dan berdiri kurang lebih sama panjang dan lamanya.
.
Al Baroโ€™ bin โ€˜Azib mengatakan,
.
ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑููƒููˆุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูˆูŽุณูุฌููˆุฏูู‡ู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽููŽุนูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ููƒููˆุนู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุฌู’ุฏูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุฑููŠุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุกู
.
โ€œRukuโ€™, sujud, bangkit dari rukuโ€™ (iโ€™tidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, semuanya hampir sama (lama dan thumaโ€™ninahnya).โ€ (HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471)

Hukum Shalat Menggunakan Peci

SHALAT MENGGUNAKAN PECI?
.
Pertanyaan.
.
Assalamuโ€™alaikum ustadz. Saya mau bertanya, ada teman saya yang menganjurkan saya memakai peci ketika melaksanakan ibadah shalat dengan alasan supaya dahi tidak terhalang oleh rambut ketika sujud. Benarkah seperti itu? Mohon penjelasannya
.
Jawaban.
.
Waโ€™alaikum salam warahmatullah. Memakai peci saat shalat termasuk berhias untuk shalat, yang diperintahkan dalam firman Allรขh Azza wa Jalla:
.
ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูุฐููˆุง ุฒููŠู†ูŽุชูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู
.
Wahai keturunan Adam! Pakailah hiasan kalian pada setiap shalat. [Al-Aโ€™rรขf/7:31]
.
Berhias untuk shalat termasuk adab shalat dan pengagungan terhadap syiโ€™ar-syiโ€™ar Allรขh Azza wa Jalla. Selayaknya seorang Muslim berhias sebelum bermunajat kepada Rabbnya. Dan kepantasan dalam berhias berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain.
.
Di sebagian daerah atau negara, tidak memakai penutup kepala saat shalat terhitung melanggar etika (khawรขrim muru`ah). Jika begitu, hendaknya penduduk daerah tersebut tidak shalat kecuali dengan memakai penutup kepala.
.
Adapun alasan memakai peci agar rambut tidak menutupi dahi, itu tidak tepat. Kita memang diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu kedua kaki, kedua lutut, kedua tangan dan dahi (sekaligus hidung). Namun tidak berarti bahwa sujud kita tidak sah jika rambut menghalangi dahi. Oleh karena itu, para Ulama sepakat bahwa shalat seseorang sudah sah jika sudah meletakkan ketujuh anggota ini di tempat sujud, meski lututnya terhalang kain sarung, kakinya memakai kaus kaki, atau tangannya memakai sarung tangan. Padahal semua benda itu menghalangi anggota-anggota tubuh ini dari tempat sujud. Demikian pula dahi, adanya rambut yang menghalanginya dari tempat sujud tidak menghalangi sahnya sujud.
.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XIX/1436H/2015.]

Keutamaan Berjalan ke Masjid pada Waktu Shubuh dan Isya

HIni satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya.
Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid
.
ุนู† ุจูุฑูŠุฏูŽุฉ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุŒ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠู‘ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : (( ุจูŽุดู‘ูุฑููˆุง ุงู„ู…ูŽุดู‘ูŽุงุฆููŠู†ูŽ ููŠ ุงู„ุธู‘ูู„ูŽู…ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุจูุงู„ู†ู‘ููˆุฑู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู)) ุฑูˆุงู‡ ุฃุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูุฑู…ูุฐููŠู‘ู .
.
Dari Buraidah radhiyallahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,
.
โ€œBerikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.โ€ (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
Kesimpulan Mutiara Hadits :

1. Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat.
2. Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman.
3. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isyaโ€™ dan shalat Shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat.
4. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid: (a) akan mudah turun berkah dan rahmat, (b) dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya, (c) keikhlasan dan kekhusyuโ€™an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.

Kesalahan Islam Nusantara Dalam Merawat Kuburan

Memasang Kijing, Marmer, dan Atap di Atas Kubur
.
Di antara sikap berlebih-lebihan terhadap kubur baik terhadap kubur orang sholih atau pun lainnya adalah memasang kijing di atas kubur atau memberikan atap atau rumah di atasnya. Hal ini sudah diingatkan oleh para ulama sejak dahulu bahkan juga oleh ulama madzhab Syafiโ€™i.
.
Namun apa yang terjadi pada kubur para kyai, ustadz, sunan, wali atau tokoh ulama di negeri kita yang disikapi secara berlebih-lebihan dengan didirikan bangunan istimewa di atasnya. Padahal Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti terlarangnya hal tersebut sejak dulu kala.
.
Dalil Pendukung

Beberapa dalil berikut sebagai pendukung larangan meninggikan kubur dan membuat bangunan atau rumah atau kijing (marmer) di atas kubur.
.
Pertama, perkataan โ€˜Ali bin Abi Tholib,

Dari Abul Hayyaj Al Asadi, ia berkata, โ€œโ€˜Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku, โ€œSungguh aku mengutusmu dengan sesuatu yang Rasulullah -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- pernah mengutusku dengan perintah tersebut. Yaitu jangan engkau biarkan patung (gambar) melainkan engkau musnahkan dan jangan biarkan kubur tinggi dari tanah melainkan engkau ratakan.โ€ (HR. Muslim no. 969)
.
Syaikh Musthofa Al Bugho -pakar Syafiโ€™i saat ini- mengatakan, โ€œBoleh kubur dinaikkan sedikit satu jengkal supaya membedakan dengan tanah, sehingga lebih dihormati dan mudah diziarahi.โ€ (At Tadzhib, hal. 95). Hal ini juga dikatakan oleh penulis Kifayatul Akhyar, hal. 214.
.
Kedua, dari Jabir, ia berkata,
.
Dari Jabir, ia berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.โ€ (HR. Muslim no. 970)
.
Perhatikan Perkataan Ulama Madzhab Syafiโ€™i
.
Matan yang cukup terkenal di kalangan Syafiโ€™iyah yaitu matan Abi Syujaโ€™ (matan Taqrib) disebutkan di dalamnya,
.
โ€œKubur itu mesti diratakan, kubur tidak boleh dibangun bangunan di atasnya dan tidak boleh kubur tersebut diberi kapur (semen).โ€ (Mukhtashor Abi Syujaโ€™, hal. 83 dan At Tadzhib, hal. 94)

Antara Suara Ayam, Keledai, Dan Anjing

Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda :
.
ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุตููŠูŽุงุญูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠูŽูƒูŽุฉู ููŽุงุณู’ุฃูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฑูŽุฃูŽุชู’ ู…ูŽู„ูŽูƒู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ู†ูŽู‡ููŠู‚ูŽ ุงู„ุญูู…ูŽุงุฑู ููŽุชูŽุนูŽูˆู‘ูŽุฐููˆุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฃูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู‹ุง
.
โ€œApabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdo’alah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindunganย  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.โ€ (HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729)
.
Dalam hadits riwayat Ahmad, terdapat keterangan tambahan, โ€™di malam hari’.
.
ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุตููŠูŽุงุญูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠูŽูƒูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽุชู’ ู…ูŽู„ูŽูƒู‹ุงุŒ ููŽุณูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ู
.
“Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, sesungguhnya dia melihat Malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karuniaNya.” (HR. Ahmad 8409). .
Ucapan Ta’awwudz :
.
ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู
.
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.โ€
.
Dan juga mengucapkan ta’awwudz kalau mendengar gonggongan anjing di malam hari :
.
Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan himar (keledai) pada waktu malam maka mintalah perlindungan kepada Allah, sebab mereka melihat sesuatu yang kalian tidak melihatnya.” (HR. Abu Dawud no.5103)

Jimat Syirik Islam Nusantara Kejawen

Ada pelajaran penting dari suatu hadits yang menceritakan peringatan keras Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- kepada sahabatnya yang memakai jimat. Jimat di sini bertujuan untuk menghindarkan dirinya dari penyakit. Namun Nabi -shallallahu โ€˜alahi wa sallam- ingatkan bahwa jimat tersebut tidak ada manfaatnya. Hati itu harus tawakkal pada Allah bukan pada sebab, apalagi sebab yang tidak terbukti manjurnya dari sisi dalil syarโ€™i dan sisi eksperimen. Inilah pentingnya kita mengetahui bahaya syirik karena di tengah-tengah masyarakat kita jimat, susuk, azimat, pelet, penglaris dagangan, benda-benda pamungkas lainnya di anggap hal biasa. Padahal di sisi Allah hal-hal tadi mengundang petaka.
.
Dari โ€˜Imran bin Hushoin, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melihat pada lengan seseorang suatu gelang. Lalu si pengguna tersebut menampakkannya pada beliau lantas ia berkata,
.
ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุตููู’ุฑู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูˆูŽูŠู’ุญูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงู‡ูู†ูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูŽุฒููŠุฏููƒูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽู‡ู’ู†ุงู‹ ุงู†ู’ุจูุฐู’ู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽูˆู’ ู…ูุชูŽู‘ ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽูู’ู„ูŽุญู’ุชูŽ ุฃูŽุจูŽุฏุงู‹ ยป
.
โ€œIni dari tembaga (yang bagus).โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun berkata, โ€œCelaka engkau, apa tujuan engkau mengenakan ini?โ€ Ia menjawab, โ€œIni untuk melindungiku dari sakit wahinah (suatu penyakit yang ada di tangan).โ€ Beliau pun bersabda, โ€œJimat tersebut hanyalah menambah rasa sakit padamu. Lepaskanlah ia dari tanganmu. Karena jika engkau masih mengenakannya, engkau tidak akan beruntung selamanya.โ€ (HR. Ahmad dalam musnadnya 4: 445, Ibnu Majah 3531, Ibnu Hibban 1410 dan 1411. Hadits tersebut hasan kata Syaikh โ€˜Abdul Qadir Al Arnauth. Lihat tahqiq dan taโ€™liq beliau terhadap Kitab At Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, terbitan Darus Salam, hal. 36).
.
Hadits di atas menunjukkan larangan mengenakan kalung untuk menolak balaโ€™, yaitu penyakit. Seperti ini termasuk kesyirikan yang hanya mendatangkan petaka bukan keselamatan.

Ucapkan Fii Amanillah

Ucapkan Fii amanillah bukan goodbye, see u, sampai jumpa, dada, selamat jalan dll.
.
Bismillahย  jika ada anggota keluarga kita yang akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja atau pergi ke suatu tempat, biasanya kita akan dengan refleks mengucapkan selamat jalan, goodbye, dadah, sampai jumpa, dan lain-lain.
.
Ternyata dalam Bahasa Arab, ada kata yang sebanding bahkan jauh lebih baik artinya dibandingkan selamat jalan, yaitu fii amanillah. Mengapa kita sebaiknya mengatakan fii amanillah daripada hati-hati pada orang yang akan bepergian?
.
Mengapa kita sebaiknya mengatakan fii amanillah daripada hati-hati pada orang yg akan bepergian ?
.
๏ธISLAM menawarkan pengganti yg lebih baik bagi kita saat mengucapkan ketika akan berpisah yaitu โ€“fii amanillahโ€“ yg artinya (semoga engkau) dalam lindungan Alloh .
.
Hal ini yg menunjukkan rasa peduli kita saat saudara atau anggota keluarga kita akan pergi dengan mengucapkan โ€“fii amanillahโ€“ , artinya kita juga sedang mendoakannya, agar ketika dalam perjalanan ia selalu dilindungi Alloh .
.
Perlindungan yg Alloh berikan pada hamba-Nya berupa perlindungan dari musibah, dari sakit atau hal buruk lainnya.
.
๏ธISLAM menunjukkan budaya yg saling mencintai sesama muslim , berdoa bagi keselamatan orang yg kita sayangi, tentu lebih tinggi nilainya dibandingkan hanya mengatakan dadah, selamat jalan, sampai jumpa, dll .
Perkataan โ€“fii amanillahโ€“ ini bukan sekedar perkataan ikut-ikutan , yg ingin terlihat arab-araban. Tapi kita melakukannya atas dasar kepahaman, atas dasar keagungan Allah Yang Maha Melindungi hamba-Nya.
.
Karena makna yg terkandung di dalamnya bukan hanya sekedar ucapan untuk mengakhiri pertemuan, tapi juga mendoakan saudara kita agar diberikan perlindungan oleh Alloh .
.
๏ธISLAM mengajarkan kita untuk selalu berdoa, ketika akan melakukan sesuatu, mohon pada Alloh, kebaikan bagi yg memberi doa, perlindungan bagi saudara yg berpergian, kedamaian, keselamatan, dan berkah untuk saudara muslim yg dijumpai.
.
Doa yang kita panjatkan adalah bukti cinta kita pada saudara kita