Waspada Film Kartun Perusak Tauhid

WASPADA FILM KARTUN MERUSAK TAUHID

Kartun yang Mengajarkan Kesyirikan dan Merusak Aqidah. Di dalam kartun itu digambarkan adanya makhluk hidup fiktif yang mereka istilahkan dengan monster/siluman/princess yang memiliki kekuatan gaib dan luar biasa.
Tentunya hal seperti ini akan merusak aqidah dan pola pikir anak-anak.

Hal seperti ini seakan-akan mau menyaingi mukjizat para nabi dan rasul, bahkan mau menyaingi Allah dalam sifat dan perbuatan-Nya.

Bukankah monster-monster itu digambarkan mampu melakukan perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah?
Sungguh ini adalah kesyirikan dalam hal rububiyyah (perbuatan-perbuatan) Allah dan juga penentangan terhadap ketentuan Allah. Seakan-akan mereka mampu melakukan segala sesuatu yang mereka inginkan. Padahal perkara seperti ini hanya kembali kepada Allah.
.
Dialah yang Maha Kuasa dan menentukan segala yang Dia kehendaki. “ Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali Imraan : 189)”
.
Selain itu, kartun demikian mengandung kebohongan yang akan mendidik anak kita untuk terbiasa berbohong dan dibohongi.
Kebohongan itu terlihat nyata melalui penayangan makhluk dan benda fiktif alias bohong dan tidak memiliki hakikat dan bentuk serta sifat-sifat sebagaimana yang terdapat dalam film itu.
.
Perkara fiktif seperti ini akan merusak aqidah dan imajinasi anak, sehingga terkadang anak-anak mau berbuat yang tidak masuk akal dan bertingkah seperti orang gila dan kerasukan seusai nonton kartun tsb.
.
Wallahu a’alam, semoga bermanfaat.

Ketika Islam Nusantara Menuduh Islam Sunnah Sebagai Wahabi

Wahabi Yang Mereka Tuduh Sesat.
.
Katanya ‘Kita ini faham wahabi.’ ‘Sesat.’ ‘Isi ceramahnya propokatif.’ ‘Memecah belah ummat.’ ‘Tidak sesuai tradisi.’ Dan lain-lain.
.
Padahal nyatanya yang kami dengar di setiap kajian hanyalah mengajak untuk kembali kepada kemurnian Islam, mengajak untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah, mengajak untuk menegakan tauhid, meninggalkan syirik, mengamalkan sunnah dan menjauhi bid’ah.
.
Maka jangan asal tuduh. Tidaklah yang disampaikan orang-orang yang dituduh wahabi melainkan perkataan Allah dan Rasul-Nya. Semua bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para Shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
.
Wallahi. Wahabi adalah tuduhan keji.

Kisah Nelangsa Pegawai Riba Bank

True Story:

– Beri Satu Contoh Pegawai Bank Yang BAHAGIA

Saya Sudah Merasakan Bekerja di 2 Raksasa Bank BUMN Negeri ini, yang satu Bank yang Menguasai Pasar Perkotaan Inisialnya Bank M. Dan Yang satu lagi Raksasa Bank Pedesaaan Inisialnya BR.
.
Hampir Lebih 5 Tahun saya menghabiskan Waktu saya di lingkungan Bank, Namun Rasanya saya tidak menemukan Kebahagiaan dan Kenyamanan Hati Sedikitpun.
Bahagia tidak di ukur hanya dari jabatan, uang dan kekayaan. Tetapi lebih dari itu.
Bagi pekerja Bank, Setiap hari merupakan waktu yang berharga, karena mereka memiliki target kerja yang harus dicapai, bahasa banknya RKA.
.
Dalam hal Kredit Awal bulan dimulai dengan Target Baru, akhir bulan di habiskan dengan menagih dan menyelesaikan Tunggakan Pinjaman Nasabah. Begituhlah siklus pekerja Bank, tidak ada beda Awal dan akhir bulan.
.
Begitu juga di bagian non kredit, tentu di berikan target yang sama. Bagian operasional diberikan target Tabungan, Setoran, Giro, deposito dll. Meskipun pendapatan Terbesar Bank adalah dari Bunga Kredit.
Begitulah Rutinitas Pekerja Bank, dari pekerja kasar sampai pejabat Atas semua di tekan oleh atasan.
.
Bagaimana kita bahagia, kita makan dan hidup dari beban orang lain yang kesusahan. Bagaimana tidak, bunga, Denda, Pinalty,  adalah pendapatan  perusahaan.
Suatu Hari Saya Teriris HATI, saya Menagih Pensiunan Bank BR yang Memiliki pinjaman Pegawai. Malam hari saya Datangi Rumahnya, dia tidak ada Uang Speserpun. Yang ada Hanya LOGAM EMAS  PENGHARGAAN BEKERJA DI BRI itulah yang dia berikan.
.
Dalam hati saya, Apa mungkin dulu bapak ini Menagih Kredit seperti ini juga. Akhirnya menimpa dia sendiri. Apakah Ini Balasanya!! Ini salah satu hal yang membekas sampai saat ini.
.
Selanjutnya, selama saya bekerja teman2 sekantor posisinya bagus, kepala cabang akan tetapi belum di anugrahi momongan,dan hal ini tidak terjadi satu orang, tapi beberapa rekan kerja saya sendiri.
.
Kita tidak bisa menafikkan, bahwa ketika kita masuk dalam Dunia Riba Kita Sudah Mengumandangkan PERANG KEPADA  ALLAH dan RASULULLAH!!
.
Naudzubillaahimindzaalik
.
(Hamba Allah)

Manusia Dalam Kerugian

Allah ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr). Surat Al ‘Ashr merupakan sebuah surat dalam Al Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena pendek dan mudah dihafal. Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kaum muslimin yang dapat memahaminya. Padahal, meskipun surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam. Sampai-sampai Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ ”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].

Inilah Ucapan Ringan Tapi Super Berat Pahalanya

Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Barangsiapa mengucapkan ’Laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ [Tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018).
.
Amalkan, sebarkan, istiqomahkan!

Hijrah Dan Menggapai Istiqomah

Kiat Menggapai Istiqamah
.
Istiqamah merupakan salah satu anugrah Allah terbesar dalam beragama setelah kita mendapatkan anugrah hidayah. Istiqamah beragama juga merupakan hal yang paling membutuhkan perjuangan, sebagaimana perkataan orang:
.
“Mempertahankan lebih sulit daripada menggapai”.
.
Allah menyebutkan keutamaan istiqamah dalam Al-Quran yaitu tidak merasa takut dan sedih serta mendapatkan janji berupa kegembiraan dan surga.
.
Allah berfriman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
.
Berikut beberapa kiat-kiat agar kita bisa istiqamah dalam beragama
.
Pertama: mengilmui dan memahami makna syahadat dengan baik dan benar
.
Kedua: Mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya
.
Ketiga: Berusaha tetap terus beramal walaupun sedikit
.
Keempat: berdoa dan memohon keistiqmahan dan keikhlasan
.
Doa ini sebaiknya sering kita ucapkan dan sudah selayaknya kita hapal.
.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
:
‘Ya Muqallibal Quluubi Tsabbit Qalbiy ‘Alaa Diinika’.
.
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, Lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
.
Dan masih banyak doa yang lainnya. .

Cara Bersiwak Yang Benar

Cara Bersiwak
.
Cara bersiwak adalah dengan menggosokkan siwak di atas gigi dan gusinya. Di mulai dari sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri. Dan memegang siwak dengan tangan kanan. (Lihat Al Mulakhos Al Fiqhiyyah)
.
Bolehnya Bersiwak Ketika Berpuasa Baik Pagi Maupun Sore Hari
.
Hal ini dikatakan oleh Sayyid Sabiq, tetapi beliau membawakan hadits yang lemah sebagaimana yang dinilai oleh Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah. Namun demikian, orang yang berpuasa boleh bersiwak baik ketika pagi dan sore hari karena hukum asal seseorang tidak dibebani suatu kewajiban. Seandainya bersiwak tidak diperbolehkan, tentu Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskannya.
.
وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
.
“Dan Tuhanmu tidaklah lupa.” (Maryam : 64) (Lihat Tamamul Minnah dan Al Wajiz fii fiqh Sunnah wal Kitab Al ‘Aziz)
.
Para pakar fiqih telah bersepakat tentang bolehnya bersiwak untuk orang yang berpuasa kecuali Syafi’iyah dan Hanabilah di mana mereka menganjurkan untuk meninggalkan bersiwak setelah waktu zawal (waktu matahari tergelincir ke barat). (Lihat Shohih Fiqih Sunnah, 2/117)
.
Namun, yang lebih tepat karena tidak ada dalil yang melarang untuk bersiwak, maka hal ini dibolehkan di setiap waktu ketika berpuasa.
.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, “Yang benar adalah siwak  dianjurkan bagi orang yang berpuasa mulai dari awal hingga akhir siang.” (Majmu’ Fatwa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, 17/259, Asy Syamilah). Dalil dari hal ini yaitu hadits dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai keutamaan bersiwak,
.
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
.
“Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.” (Diriwayatkan oleh Bukhari [no.27] tanpa sanad. Juga diriwayatkan oleh Asy Syafi’i, Ahmad, Ad Darimi, An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Khasiat Jintan Hitam

Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.
.
Ibnu Syihab mengatakan : “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sawda’ berarti syuniz” [Al-Bukhari no. 5688/Al-Fath X/143, dan Muslim no. 2215 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lafazh ini adalah lafazh Muslim.]
.
Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak. [Zaadul Ma’aad IV/297 dan lihat juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal.88)]
.
Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah.

Nasehat Untuk Tidak Memberi Tumbal Atau Sesajen

Hukum Memanfaatkan Makanan/Harta yang Digunakan untuk Tumbal/ Sesajen
.
Jika makanan tersebut berupa hewan sembelihan, maka tidak boleh dimanfaatkan dalam bentuk apapun, baik untuk dimakan atau dijual, karena hewan sembelihan tersebut dipersembahkan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dagingnya haram dimakan dan najis, sama hukumnya dengan daging bangkai.
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
.
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔَ ﻭَﺍﻟﺪَّﻡَ ﻭَﻟَﺤْﻢَ ﺍﻟْﺨِﻨﺰﻳﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻫِﻞَّ ﺑِﻪِ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ
.
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.”
(Qs. al-Baqarah: 173).

Adab Memakai Sandal

Adab Memakai Sandal

Yang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandal adalah memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)