Fatwa Imam Ghazali Yang Tidak Diketahui Islam Nusantara

Imam Ghazali : mencium dan mengusap kuburan adalah amalan orang nasrani dan yahudi.
.
Ada seorang ustadz bercerita tentang laskar atau tentara Arab Saudi selalu ditempatkan disekitar kuburan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassallam, mereka ditempatkan disana untuk mengingatkan jamaah haji yang ziarah agar tidak berlebihan dalam melakukan ziarah kubur, diantara tindakan yang diingatkan yakni meratap dan menangis dipintu kuburan Nabi, ini masuk perbuatan yang tercela dan mendekati kesyirikan.
.
Mari kita simak penjelasan ulama madzhab syafi’i. Imam Nawawi menjelaskan : “Barangsiapa terbetik dalam benaknya bahwa mengusap dengan tangan dan semisalnya lebih mendatangkan barakah, maka keyakinan itu tidak lain bersumber dari kebodohan dia dan kelalaiannya sebab keberkahan itu hanya bisa didapat dengan melaksanakan syariat. Bagaimana mungkin keutamaan diupayakan dengan perbuatan yang bertolak belakang dengan kebenaran ?! (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:VIII/275)
.
Berikutnya tak kalah tegasnya Imam al-Ghazali (w.505H) berkata : “Sesungguhnya mengusap dan mencium kuburan merupakan adat kaum yahudi dan nasrani”. (Ihya’ Ulumuddin I/254).
.
Dan dalam kitabnya yang sangat bagus al-Maqrizi asy-Syafi’i (w. 845 H) berkata:
“Syirik dalam bentuk perbuatan seperti sujud kepada selain Allah, Thawaf bukan di Baitullah (Ka’bah), Mencukur rambut dalam rangka beribadah dan tunduk kepada selain Allah (Ini banyak dilakukan oleh kaum sufi ghulat/ekstrem), mencium batu selain hajar aswad yang ia sebelah kanan Allah di bumi (hadits tentang hajar aswad sebelah kanan Allah adalah dhaif bahkan palsu), mencium kuburan atau mengusapnya dan sujud kepadanya”.

(Tajridut Tauhid al-Mufid hal. 31).

Sibuk Menuntut Ilmu Dan Beramal Saleh

Sibukkan lah diri dengan menuntut ilmu. Jangan menyibukkan diri dengan mengurusi fitnah.
.
Berapa banyak kitab ulama yang belum kita baca?Berapa???? “Ribuan!! *
.
Ya Ikhwan fillah, fitnah menyerang agama islam tidak akan ada habisnya sampai hari kiamat, namun semangat menuntut ilmu kadang kandas ditengah jalan.
.
Kenapa umat Islam bingung ada aliran Islam ini dan aliran Islam begitu?
“Bingung karena tidak memiliki ilmunya.
.
Kenapa umat Islam merasa asing dengan agamanya sendiri?
.
Merasa asing karena tidak berilmu.
.
Kenapa Islam kok begini kok begitu, kita harus dengan apa menghadapi ini dan itu?
Dan lain sebagainya…semua akibat kurangnya menuntut ilmu. *
.
Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari, mari perbanyak duduk di majelis-majelis kajian, datangi kajian kajian sunnah, baca kitab, datangi kajian kitab, perjalanan kita masih amat panjang.
.
Siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, agar jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita.
.
Dengan menguasai ilmu agama yang benar segala macam fitnah terhadap Islam akan bisa dibendung, dagangan-dagangan bid’ah tidak lagi laku, dagelan dagelan liberal menjadi sampah tak berguna, shaf semakin rapat dan musuh-musuh Islam tidak akan berhasil menembusnya.
.
Mari saudara-saudaraku,
perbanyaklah menuntut ilmu dan mengamalkan sedikit demi sedikit sampai waktu kita masuk ke liang lahat
.
Sibukkan lah dengan ilmu
Sibukkan lah dengan ilmu
Sibukkan lah dengan ilmu.
.
Lalu beramal shalih.
.
Maka dengan ilmu lah kita bisa tahu mana yang haq dan mana yang bathil.
.
Maka dengan ilmulah kita bisa tahu mana yang sunnah dan mana yang bid’ah
:
Nasehat berharga untuk saya pribadi dan kita semua.
.
Barakallahu fiikum.

Jangan Bedakan Makanan Majikan Dan Pembantu

Indahnya Islam

MAKANAN MAJIKAN DAN MAKANAN PEMBANTU

Saudaraku, banyak diantara kita yang belum tau bahwa pelayan atau pembantu dirumah kita memiliki hak yang sama terhadap makanan yang kita makan.
.
Seringkali kita dengar bahwa majikan makan di meja makan, sementara pembantu makan di dapur. Makanan majikan dan makanan pembantu berbeda, sang majikan makan ayam goreng, pembantu makannya tempe dibalut tepung ayam goreng.
.
Benarkah ini? Bagaimana adab yang diajarkan Rasululloh shallallāhu ‘alayhi wa sallam? .
Nabi kita Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, .
إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَلْيُنَاوِلْهُ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ، أَوْ أَكْلَةً أَوْ أَكْلَتَيْنِ، فَإِنَّهُ وَلِيَ حَرَّهُ وَعِلَاجَهُ
.
Apabila pelayan seseorang di antara kalian datang menyuguhkan makanan, lalu ia tidak mau mempersilakan pelayan untuk makan bersamanya, maka hendaklah ia memberikan kepadanya sesuap atau dua suap makanan, sepiring atau dua piring makanan, karena sesungguhnya pelayanlah yang memasak dan yang menghidangkannya. (HR Bukhori no 2370)
.
Bagitulah saudaraku, tempat boleh beda, tapi makanannya tetap sama..

Mukjizat Air Rasullullah

Anas bin Malik menceritakan: .
“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ketika itu waktu Ahsar telah tiba. Lalu manusia mencari air untuk berwudhu, tetapi tidak memperolehnya.
.
Lalu ada seseorang membawakan air untuk berwudhu. Maka beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tempat air itu, dan menyuru semua orang berwudhu dari situ.”
.
Anas bin Malik Radiyallahu Anhu berkata: “Saya melihat air keluar dari jari-jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga semua orang dapat berwudhu dengan air itu.”
.
(HR. Bukhari, 3573, dalam kitab Manaqib, Bab: Alamat Nubuwwah fil-Islam, dan Muslim, 2279)
.
Pada suatu hari saat peperangan Hudaibaiyyah, orang-orang mengalami kehausan. Mereka tidak mendapatkan air untuk minum dan berwudhu kecuali sedikit yang ada di wadah minum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, lalu manusia berebut untuk mendapatkan air karena sangat sedikitnya air, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang terjadi dengan kalian?”
.
Mereka menjawab, “Kami tidak memiliki air untuk berwudhu dan minum melainkan yang engkau miliki.”
.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di sebuah tempat, lalu air memancar dari jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mata air. Kemudian kamipun minum dan berwudhu.
.
Kemudian perawi hadits, Salim bin Abi Ja’d bertanya kepada Jaabir bin Abdillah: “Berapakah jumlah kalian?” Jaabir menjawab, “Seandainya jumlah kami seratus ribu, pastikan akan mencukupi. Akan tetapi jumlah kami hanya lima ratus orang).”
.
(HR. Al-Bukhari no. 3576, dan Muslim no. 1856)

Hidayah Untuk Kaum Majusi

Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui berbagai cara. Terkadang seseorang tidak tersentuh dengan dakwah yang berbentuk ceramah, tetapi saat menyadari kemuliaan akhlak sang dai, hatinya pun luluh. Hidayah menyirami jiwanya dan syahadat pun diikrarkannya.

Seperti yang dialami oleh tetangga Sahal bin Abdullah At Tustari. Tetangga yang beragama majusi ini hidup sekian lama di lantai dua, di atas rumah Sahal. Tetapi ia tidak pernah menyadari bahwa WC nya bocor dan menetes di rumah Sahal.
.
Setiap hari, Sahal meletakkan ember besar untuk menampung kotoran yang menetes dari WC tetangganya ini. Ketika malam tiba, Sahal membuangnya. Ia memilih waktu malam agar orang lain tak melihatnya, agar tetangganya tidak menjadi malu karenanya.
.
Hingga suatu hari di tahun 283 hijriyah, Sahal jatuh sakit. Kebetulan saat itu orang majusi tersebut bertamu ke rumahnya. Ia pun melihat ada yang menetes dari arah WC nya. Tetesan itu jatuh ke dalam ember besar milik Sahal. “Apa ini?” tanyanya dengan nada hati-hati.
.
“Itu kotoran dari WC mu yang bocor. Aku membuangnya kala malam tiba. Hal ini telah kulakukan cukup lama. Hanya saja aku khawatir jika aku telah tiada, orang yang menempati rumah ini tidak dapat menerimanya. Bagaimana menurut pendapatmu?”
.
Mendengar jawaban Sahal ini, barulah ia menyadari kemuliaan akhlak Sahal. Tak ada tetangga sepertinya yang betah hidup bertahun-tahun bersamanya.
.
Maka ia pun menjawab: “Wahai Syaikh, engkau berinteraksi denganku seperti ini sudah lama sekali. Sedangkan aku hidup dalam kekafiran. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”
.
Subhanallah… tetangga Sahal itu akhirnya menjadi saudara seaqidah. Dan tak lama kemudian, Sahal pun berpulang ke rahmatullah.

Kambing Ajaib Yang Cukup Dimakan Orang Banyak Berkat Rasulullah

Jabir menceritakan,
Pada saat terjadi perang khandaq dan pasukan sedang kelaparan, beliau dan istrinya  menyembelih seekor anak kambing yg mereka miliki.
.
Kumudian beliau menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasûlullâh, aku memiliki sedikit makanan. Datanglah ke rumahku dan ajaklah satu atau dua orang saja.
.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Untuk berapa orang ?” Lalu aku beritahukan kepada beliau.
.
Beliau bersabda, “lebih banyak yang datang lebih baik.”
.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Katakan kepada isterimu, jangan ia angkat bejananya dan adonan roti dari tungku api sampai aku datang.”
.
Setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bangunlah kalian semua.”
.
Kaum Muhâjirin dan Anshâr yang mendengar perintah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu langsung berdiri dan berangkat.
.
Jabir Radhiyallahu anhu menemui isterinya (dengan cemas), dia mengatakan, “Celaka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang bersama kaum Muhâjirîn dan Anshâr serta orang-orang yang bersama mereka.”
.
Isteri Jabir bertanya, “Apa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bertanya (tentang jumlah makanan kita) ?”
.
Jâbir menjawab, “Ya. ”
.
Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Masuklah dan jangan berdesak-desakan.”
.
Kemudian Rasûlullâh mencuil-cuil roti dan ia tambahkan dengan daging, dan ia tutup bejana dan tungku api.
.
Selanjutnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mendekatkannya kepada para sahabatnya.
.
Lantas beliau mengambil kembali bejana itu dan terus-menerus beliau lakukan itu hingga semua sahabat merasa kenyang dan makanan masih tersisa.
.
Setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kepada istri Jabir ), “Sekarang kamu makanlah ! Dan hadiahkanlah kepada orang lain, karena masih banyak orang yang kelaparan”.

Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut

Malaikat maut diutus untuk mendatangi Musa ‘alaihis salam.
.
Ketika sampai di tempatnya Musa, beliau memukul malaikat itu, sampai lepas matanya. Kemudian Malaikat ini kembali menemui Rabnya.
.
Beliau mengadu, “Engkau mengutusku untuk menemui hamba yang tidak menghendaki kematian.”
.
Kemudian Allah mengembalikan matanya, dan berfirman, “Kembali temui Musa, sampaikan kepadanya, ‘Silahkan dia letakkan tangannya di punggung sapi, maka usia Musa akan ditambahkan sejumlah bulu yang ditutupi tangannya, setiap satu bulu dihitung satu tahun.’
.
Musa bertanya, “Wahai Rabku, lalu setelah itu apa yang terjadi?” Allah menjawab, “Setelah itu, mati.”
.
Musa berkata, “Kalau begitu, sekarang saja.”
.
Lalu Musa memohon kepada Allah agar didekatkan ke tanah suci (Baitul Maqdis), sejauh lemparan sebuah batu.
.
(HR. Bukhari 1339, Muslim 6297, dan yang lainnya).

Kisah Sedih Wafatnya Ibu Nabi

Setelah peristiwa pembelahan dada oleh malaikat jibril, Nabi Muhammad dikembalikan oleh pengasuhnya Halimah kepada ibundanya Amimah di kota Mekkah.

Aminah sangat  menyayangi dan mencintai putranya tersebut.
Suatu saat hari Ibunda Aminah mengajak putranya (Muhammad) yang masih kecil itu ke Madinah untuk menziarahi sanak saudaranya dari pihak ibu dan menziarahi makam ayahnya.

Kepergian mereka ke Madinah kali ini disertai oleh Ummu Aiman (budak perempuan milik Abdullah ayah nabi muhammad ). Setalah selesai melepas rindu dengan keluarga dan kuburan suaminya disana, Rombongan ibunda Aminah bergerak untuk kembali ke Mekkah.
Namun,  Ditengah perjalanan  pulang kembali ke kota Mekkah, tepatnya di desa Abwa’ Aminah  jatuh sakit, dan sakitnyapun semakin parah sehingga beliau wafat dan di makamkan di tempat tersebut.

Air mata tumpah mengiringi kepergian ibunda Aminah.

Kemudain Ummu Aiman yang menjadi pengasuh Muhammad menyerahkan Nabi Muhammad kepada kakeknya Abdul Muthallib yang berada di kota Mekkah.

Dan Abdul Muthallib adalah seorang kakek yg sangat sayang dan cinta kepada Muhammad, rasa kesayangan dan kecintaan tersebut bahkan melebihi rasa cinta dan sayang kepada anak-anaknya sendiri.

Nabi Muhammad di asuh oleh kakeknya selama 2 tahun,  lalu setelah kakeknya meninggal,  pengasuhan beliau ditanggung oleh pamannya Abu Thalib.

Malaikat Jibril Ikut Dalam Majelis Rasulullah

Umar Bin Khattab menceritakan,
.
“Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, pada dirinya tidak ada bekas-bekas datang dari perjalanan, namun tidak ada satu pun di antara kami yang mengenalnya.
.
Kemudian, dia duduk di dekat Nabi.  Dia menempelkan lututnya ke lutut Nabi dan meletakkan telapak tangannya di atas paha Nabi.
.
Kemudian, dia bertanya, ‘Wahai Muhammad, sampaikan kepadaku, apa itu islam? Nabi menjawab, “Islam adalah engkau bersyahadat bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan melaksanakan haji ke Baitullah jika engkau mampu pergi ke sana.
. “Orang ini berkata, ‘Engkau benar.’” Umar pun mengatakan, “Kami terheran; dia bertanya lalu dibenarkannya sendiri.
.
Orang tersebut bertanya, ‘Sampaikan kepadaku tentang apa itu iman!’ Nab menjawab, ‘Iman itu, engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir baik maupun buruk.
.
‘Orang tersebut menyahut, ‘Kamu benar. Sampaikan kepadaku tentang apa itu ihsan!’
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ihsan itu, engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihatnya. Jika engkau tidak bisa, maka sesungguhnya Allah melihatmu.’
.
Orang itu bertanya, ‘Sampaikan kepadaku, kapan kiamat terjadi?’
.
Nabi menjawab, ‘Orang yang ditanyai tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.’
.
Orang itu bertanya lagi, ‘Sampaikan kepadaku tentang tanda-tandanya!’
.
Nabi menjawab, ‘Budak-budak wanita akan melahirkan tuannya, dan engkau akan melihat orang yang tidak memakai alas kaki, suka tidak memakai baju, miskin, dan penggembala kambing berlomba-lomba dalam membuat bangunan yang tinggi.’
.
Kemudian, orang tersebut pergi, sementara aku (Umar) diam beberapa saat. Setelah itu, Nabi  bertanya, ‘Wahai Umar, tahukah kamu, siapa yang bertanya itu?’ Umar mengatakan, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’
.
Nabi berkata dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.’”
.
(HR. Muslim)

Nasehat Rasulullah Untuk Wanita Agar Bersabar

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan.
.
Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”
.
Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.”
.
(HR. Bukhari, no. 1283)